Sunday, March 24, 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2

Kelompok 5:
- Syawaludin Efendi Sitanggang (16110794)
- Herson Samuel (13110276)
- ARYA AMIDIKA (11110148)


HIDUP HARUS BER-ETIKA
Menurut teori Zoon Politicon mengatakan bahwa manusia selain sebagai makluk individu juga sebagai makluk sosial. Dalama perannya baik sebagai makluk individu maupun makluk sosial manusia akan senantiasa dihadapkan pada norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku.
Sebagai makluk individu, manusia memiliki norma - norma yang melekat pada dirinya antara lain:
1. Norma agama artinya setiap manusia (individu) haruslah selalu dan selau berpegang teguh pada norma-norma agama yang dianutnya sesuai dengan kepercayaannya masing-masing;
2. Norma kejujuran yang mana manusia (individu) dalam bertindak haruslah sesuai dengan hati nurani (jujur). Jika tidak mengindahkan hati nurani (berbohong) akan menimbulkan konflik batin yang merupakan salah satu sumber stress;
3. Norma kasih sayang, pada hakekatnya manusia (individu) adalah makluk yang saling membtuhukan kasih sayang pada seksama, sehingga setiap individu memiliki rasa kasih sayang dan ikatan batin yang kuat serta dapat menciptakan suatu hubungan yang hangat, salaing tolong menolong, saling hormat menghormati dan lain-lain;
4. Norma Estetika (keindahan), Manusia sebagai makluk individu sangatlah mengagungkan norma- norma keindahan (keserasian);
5. Dan lain-lain
Selain manusia sebagai makluk individu, sebagai makluk sosial kehidupan manusia di dalam pergaulan dalam masyarakat diliputi oleh norma-norma, yaitu peraturan hidup yang mempengaruhi tingkah laku manusia dalam masyarakat. Sejak masa kecilnya manusia merasakan adanya peraturan-peraturan hidup yang membatasi sepak terjangnya. Pada awalnya yang dialami oleh manusia adalah peraturan- peraturan hidup yang berlaku dalam lingkngan keluarga yang dikenalnya, kemudian juga yang berlaku di luarnya, dalam masyarakat. Peraturan yang paling dirasakan nyata ialah peraturan-peraturan hidup yang berlaku dalam suatu negara.
Norma-norma yang diberlakukan pada manusia sangatlah bermanfaat untuk manusia tersebut misalnya dengan adanya norma-norma tersebut manusia akan merasakan adanya penghargaan dan perlindungan pada dirinya. Norma-norma tersebut mempunyai tujuan salah satunya supaya kepentingan masing-masing warga masyarakat dan ketenteraman dalam masyarakat terpelihara dan terjamin.
Sebagai makluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan orang lain, ada beberapa jenis norma yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Norma agama;
2. Norma Kesusilaan;
3. Norma Kesopanan;
4. Norma Hukum.
1. Norma Agama
Norma Agama adalah peraturan hidup yang diterima sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan anjuran-anjuran yang berasal dari Tuhan. Para pemeluk agama mengakui dan berkeyakinan, bahwa peraturan-peraturan hidup itu berasal dari Tuhan dan merupakan tuntunan hidup ke arah yang benar.
Beberapa contoh kalimat atau pernyataan yang merupakan norma agama antara lain:
1. Janganlah berbuat riba, barang siapa berbuat riba akan dimasukkan ke dalam neraka untuk selama-lamanya;
2. Hormatilah orang tuamu, agar supaya engkau selamat;
3. Kebersihan sebagian dari iman;
4. Dan lain-lain
2. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia (insan kamil). Peraturan-peraturan hidup ini berupa bisikan kalbu atau suara batin yang diakui dan diinsyafi oleh setiap orang sebagai pedoman dalam sikap dan perbuatannya. Kesusilaan memberikan peraturan-peraturan kepada manusia agar menjadi manusia yang sempurna.
Hasil daripada perintah dan larangan yang timbul dari norma kesusilaan itu pada manusia bergantung pada pribadi orang-orang. Kesadaran tentang norma kesusilaan akan membuat manusia menyadari apakah suatu perbuatan itu pantas dilakukan atau tidak.
Dalam norma kesusilaan terdapat juga peraturan-peraturan hidup seperti yang terdapat dalam norma agama misalnya:
1. Hormatilah kedua orang tuamu;
2. Janganlah engkau membunuh sesamamu.
Norma-norma kesusilaan tersebut juga dapat menetapkan buruk baiknya suatu perbuatan manusia dan turut pula memelihara ketertiban manusia dalam masyarakat. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal yang artinya dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
3.Norma Kesopanan
Pada dasarnya norma kesopanan adalah norma yang timbul dari interaksi (pergaulan) segolongan manusia. Peraturan-peraturan itu diikuti dan ditaati sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap mausia yang ada di sekitarnya. Satu golongan masyarakat tertentu dapat dapat menetapkan peraturan-peraturan tertentu mengenai kesopanan, yaitu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam masyarakat itu.
Contoh-contoh norma kesopanan antara lain:
1. Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua;
2. Jangan meludah di sembarang tempat;
3. Janganlah berdesak-desakan saat memasuki ruangan;
4. Dan lain-lain.
Norma kesopanan tidak mempunyai lingkungan pengaruh yang luas jika dibandingkan dengan lingkungan norma agama dan kesusilaan.
4. Norma hukum (Kaedah Hukum)
Peraturan-peraturan yang timbul dari norma hukum dibuat oleh penguasa negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara.
Contoh-contoh norma hukum antara lain:
1. Barang siapa dengan sengaja mengambil jiwa orang lain, dipidana karena membunuh dengan hukuman setinggi-tingginya 15 tahun. Di sini ditentukan besarnya pidana penjara untuk orang-orang yang melakukan kejahatan (Norma Hukum Pidana);
2. Suatu perseroan terbatas harus didirikan dengan akte notaris dan disetujui oleh Departemen Kehakiman. Di sini ditentukan syarat-syarat untuk mendirikan perseroan dagang (Norma Hukum Dagang);
3. Orang-orang yang tidak memenuhi suatu perikatan yang diadakan, diwajibkan mengganti kerugian (misalnya: sewa-menyewa, jual-beli). Di sini ditentukan kewajiban mengganti kerugian atau pidana denda (Norma Hukum Perdata);
4. Dan lain-lain.
Dari uraian tentang norma-norma teesebut di atas diharapkan seorang peserta didik betul-betul memahami dan menyadari sepenuhnya tentang pentingnya suatu norma (aturan-aturan). Perlu diketahui juga oleh peserta didik bahwa dimanapun manusia berada dia akan selalu menemui suatu norma atau aturan-aturan. Norma atau aturan tersebut sifatnya mengikat yang artinya di dalamnya ada rambu-rambu yang jelas apa-apa yang boleh dilakukan atau apa-apa yang tidak boleh dilakukan. Contoh riil norma atau aturan yang ada dalam sekolah yang tertuang dalam tata tertib sekolah. Sehingga tata tertib sekolah adalah suatu hal yang mutlak harus difahami oleh semua peserta didik dalam rangka untuk sukses dalam menempuh cita-citanya. Karena dengan pemahaman yang baik pada tata tertib sekolah seorang peserta didik akan lebih berhati-hati dalam bersikap, bertingkah laku dan juga dalam bertutur kata di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman yang baik terhadap tata tertib seorang peserta didik akan terhindar dari kesalahan-kesalahan (pelanggaran-pelanggaran) yang telah digariskan oleh sekolah. Tidak sedikit peserta didik yang sebenarnya mampu dari segi intelektual (kecerdasan otak) tapi gagal (tidak naik kelas, tidak lulus, dikeluarkan) gara-gara tidak memahami tata tertib dengan baik sehingga melakukan pelanggaran-pelanggaran.(Kust)
Referensi :SANGSANG SANGABAKTI

Tugas Bahasa Indonesia 2

Wednesday, January 30, 2013



Mumpung belom tidur jadi pengen nulis sesuatu pencerahan tentang Hidup buat teman2,

Gw sekarang rada miris melihat anak muda jaman sekarang di sosial media yang isinya hanya mengeluh, depresi, dan serasa hidup itu cuma sebatas itu yang dihadapinya. (*perasaan gw kayak pengen bilang ke mereka “men sadar men hidup itu masih panjang, Tuhan udah punya scenario terbaik kok buat lo semua. Jadi jalani lah”).

Kenapa gw bilang seperti itu, karena setiap manusia itu punya masalah yang berbeda-beda ada yang ringan dan ada yang sangat berat, dan kita selalu diberikan 2 buah pilihan iya atau tidak, maju atau mundur dll.

Jadi kalo menurut gw yah , hadapi aja sih, toh itu semua juga harus kita lewati kan ? Gw juga sering ngalamin hal ini, tapi gw selalu inget ama 2 lagu yang selalu jadi penyemangat gw dalam hadapi masalah yaitu lagunya Hidup itu Indah (NAIF) dan Don’t Worry be Happy (Bobby Mcferrin)

Ini liriknya naïf Hidup itu Indah
Saat kau buka mata kita dilahirkan untuk sama
Saat kau telah dewasa kau akan mengerti semua
Jalan hidup kita kan berbeda

Takdir itu telah ada sejak alam semesta tercipta
Segala suka dan duka 'kan menjadi sebuah cerita
Bagi anak cucu kita semua

Jalankanlah hidupmu yang indah
Jangan pernah kau berkeluh kesah
Walau kadang engkau lelah (hidup itu tetap indah)

Dari liriknya aja udah cukup membuat kita sadar, kita itu hanya manusia biasa yang di ciptakan Tuhan dan kembali juga kepadaNya. Jadi jalankan aja hidupmu yang indah karena takdir itu udah ada kok .

Hidup itu Indah


Indonesiaku sayang...indonesiaku malang....kata yg pas di alamatkan ke Negara ini karena ketidak becusan negara ini dikelola...tidak ada yg bisa menyanggah tentang betapa kayanya negara ini kalau benar-benar di kelola...karena tidak banyak negara yg seperti indonesia..terletak di lokasi strategis dan berada di lingkaran bumi yang unik dengan kekayaan alam yg dimiliki... tetapi pertanyaannya kok negara ini begini-begini aja...
Penyelenggara negara seperti bingung sendiri untuk mengurusi dan membenahi negara ini padahal semua jawaban permasalahan ada di pemerintah sendiri...cobalah kita tengok banyaknya TKI yg beredar di luar negri yg sering juga mengalami tindakan kekerasan...banyaknya peneliti kita yg bertebrangan ke luar...banyaknya kekayaan alam seperti kayu, pasir, minyak, emas dan lain sebagainya bertebrangan keluar...sungguh memprihatinkan kok bisa terjadi??? saya melihat pemerintah terlalu asik mengurusi dirinya sendiri dan beserta golongannya dan seperti "se-ekor anjing" yang marah kalau makanannya disentuh....sehingga Cita-cita negara ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh bangsa itu jauh panggang dari api bahkan makin carut marut aja dengan banyaknya konflik sara yg dialami(Sperti sampit, tarakan, HKBP, Ahmadiyah, papua dan lain sebagainya)...
Semua ini bermula dari rendahnya Etika bernegara dan rendahnya penegakan hukum...kalau pemerintah bisa memperbaiki ini pasti negara ini akan sejahtera dan bisa unggul dari negara-negara lainnya...Beberapa hal yg krusial yg harus diselesaikan pemerintah sebagai contoh:
1. Perjanjian ekstradisi dengan singapura yg tidak jelas sampai sekarang...
Kita bisa bayangkan kalau Pemerintah memiliki kemampuan lebih tegas dengan Singapura untuk menyeret uang para koruptor indonesia untuk kembali ke negara kita...Sungguh menggelikan begitu banyak aset bangsa ini baik berupa tanah maupun saham-saham perusahaan(seperti Indosat tempo lalu) bisa dikuasai oleh negara dengan tanah se-iprit oleh uang-uang yg terparkir di negaranya....begitu menggelikan Bangsa kita menjadi Kuli dan pekerja kasar diluar negri untuk membangun usaha orang asing dari uang yg diperoleh dari negara kita dan mengolah bahan baku dari negara kita baik barang yg dicuri(kayu) atau pun resmi impor untuk di manufaktur dan di ekspor ke indonesia karena memiliki pasar yg besar atau dengan kata lain ---> uang dari kita, bahan baku dari kita, tenaga kerja dari kita dan dijual ke kita untuk keuntungan mereka....luarrrr biasa gilanya negri ini....

2. Rendahnya lapangan pekerjaan di indonesia, Indonesia di prediksi menjadi negara terpenting setelah kemunduran China dan India, China pasti akan mengalami kendala karena kebijakan jumlah anak cuma satu & usia manusia yg lebih panjang sehingga China akan banyak terisi oleh para manula dan kurang produktif dalam persaingan usaha yg padat karya...
Indonesia adalah negara yang memiliki "Energi panas bumi" terbesar di dunia karena banyaknya lintasan jalur gunung berapi..belum lagi perkiraan kandungan uranium indonesia di kalimantan dan papua(papua sebelumnya satu daratan dengan australia sebelum pecah pada jaman es sehingga banyak kemiripan binatang, hayati dan kandungan alam karena australia memiliki tambang uranium sebagai bahan baku tenaga nuklir) artinya kita memiliki sumber daya energi penggerak usaha...., kemudian kita memiliki kekayaan alam yg bisa di eksplorasi semisal Laut...kita bisa mendapatkan keuantungan dari perikanan, pariwisata dan jasa pelabuhan dan Pendapatan dari lalu lintas kapal asing  yg pasti akan melewati indonesia karena lokasi yg strategis...Belum lagi begitu potensialnya lahan darat indonesia...sungguh sangat aneh jika pemerintah tidak dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan ada orang miskin di indonesia....Ketika saya mengambil data untuk perancangan mesin sagu saya mendapatkan informasi begitu kayanya kita akan sagu tetapi pemerintah kurang menggalakan makanan tradisional pengganti nasi) malah kita mengimpor tepung terigu dari luar yg menujukan rendahnya peningkatan pengolahan bahan baku alami negara ini......
Indonesia memilik tanah yg besar kok pelit untuk membagi ke rakyatnya...lebih baik tanah-tanah negara yg kosong diberikan kerakyatnya dalam jumlah tertentu seperti menggalakan transmigrasi lagi atau memberikan hak pakai untuk menggarap tanah-tanah negara...sehingga tidak sia-sia koes plus membuat lagu "Bukan lautan hanya kolam susu.......tongkat kayu jadi tanaman" karena kalau satu bukit aja ditanami pohon singkong dan jalan jakarta bandung ditanamin pohon kelapa dan sepanjang jalan jakarta-bogor ditanamin pohon mangga(asal dipagar) pasti nggak ada yg kelaparan di jakarta dan cakupan vitamin cukup....
Kalau lapangan pekerja banyak saya percaya orang akan terlalu sibuk untuk mengurusi yg tidak penting....semisal kalau mereka bekerja besok tidak mungkin jam 12 malam mereka jalan-jalan pakai motor membawa atribut-atribut golongan...

3. Banyaknya musibah & peselisihan di negara ini karena lemahnya pemerintah untuk memegang teguh kebijakan.., lahan hijau jadi bangunan, moda transportasi yg tidak mengikuti pertumbuhan kendaraan bermotor dan jumlah orang...pembangunan yg tidak merata dimana kepadatan hanya ada didaerah tertentu saja, ruang publik atau tempat warga berkreasi rendah......tempo dulu orang begitu mudah mendapatkan tempat bermain bola tetapi sekarang sulit dicari sehingga banyak warganya kurang tersalurkan kreatifitasnya dan seperti katak dalam tempurung yg menyebabkan banyaknya konflik di lingkungan yang padat....
belum lagi ketidak tegasan pemerintah menindak kegiatan yg anarki sehingga menjadi contoh buruk karena tidak ada ketidak adilan yg sama dan ketidak takutan warga terhadap penegak huku...sebagai contoh Oknum tertentu mempermasalahkan sebuah rumah ibadah didirikan tetapi ditempat lain ada warga yg beribadah di Jalan besar yg membuat jalan itu tidak bisa dilalui dan menimbulkan kemacetan...sehingga aparat penegak hukum membiarkan usaha-usaha untuk menggerogoti kewibawaan pemerintah dan ketidak takutan atas aparat kepolisian,.,,harusnya ada ruang publik dan ruang golongan.....belum lagi banyaknya etnis di indonesia karena tidak meratanya pembangunan menyebabkan terjadi pemusatan masa yg heterogen yg bisa menyimpan konflik bila disulut emosi rasial....

4. Lemahnya Institusi pemerintah dan pengontrol negara(DPR)...saya heran mengapa presiden kita seperti tidak mampu mengeluarkan negara ini dari keadaan sekarang...karena saya melihat presiden lebih banyak sebagai pengamat atau juri daripada seorang pelatih dan terlalu banyak mengeluh padahal Beliau diperlengkapi perangkat yg legal formal...apa yg ditakutkan?? harus nothing to loose lah...sama halnya dia dapat diangkat sebagai presiden oleh rakyat karena keajaiban...karena masih ada orang yg lebih baik dari pada Dia..mungkin kendala tidak ada kendaraan politik saja...

5. Lemahnya institusi pendidikan untuk memberikan pengajaran ke generasi muda baik kecerdasan intelektual, emosional maupun hidup berbangsa sehingga munculnya ke individuan yg terlihat jelas dan kurangnya acara-acara yg dapat memperat sebagai warga negara...coba saja perhatikan mulai mengendurnya antusias dalam penyelenggaran 17 agustusan di lingkungan warga...

6. Rendahnya budaya malu penyelenggara negara atas ketidak mampuan atau kegagalan yg mereka lakukan yg berdampak keorang lain....begitu malunya "Team U-16 sepakbola indonesia bisa kalah oleh "Timor Leste" tetapi dianggap biasa oleh ketua PSSI padahal berapa ratus juta penduduk indonesia tetapi pengurus tetap tidak mau mundur dan memberikan kesempatan ke orang lain yg mampu hanya kepentingan golongan dan alasan legal formal"...

dan lain sebagainya yg akan membuat kepala ini puyeng karena ketidak becusan pemimpin ini menyelenggarakan negara Indonesia tercinta ini....mungkinkah Indonesia akan berakhir seperti "Lumpur Lapindo" atau menguap seperti "Kasus Bank Century" atau tetap misterius seperti "Kasus trisakti"...hanya waktu yg bisa menjawab...

Indonesia Tumpah darah aje..."Apa yg kau tabur Akan kau Tuai"

Mengenalmu adalah satu keinginan
Menyayangmu adalah suatu kebahagiaan
Hidup bersama mu adalah satu impian
Melupakan mu tak mungkin ku lakukan
karna dirimu adalah separuh hidup ku

bersamamu ku tahu hidup ini
bersamamu ku tahu makna cinta
bersamamu ku juga memahami makna kecewa
bersamamu ku juga selami makna bahagia

namun aku yakin engkau terus setia
walau ku tahu kau tidak dapat singga satu hati
namun biarlah kau lukis nama ku didalam kalbu
sampai engkau jalan sebagai panduan gelapku

DCNS



Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi.
Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Persahabatan

Kalau melihat tahun 1600-an Jakarta pernah banjir dengan kondisi alam yg masih asri. Terus melihat susahnya rakyat diatur dari puncak bogor sampai jakarta dengan birokrasi pro kepentingan golongan dan menimbang pemanasan global dan naiknya air laut akhirnya memutuskan JAKARTA tidak akan pernah selamat dari banjir dengan solusi yg biasa. Jakarta harus belajar dari Belanda yg 60% tanahnya dibawah laut dan mempergunakan energi alam untuk memompa air selain tindakan-tindakan perventif seperti danau/kanal atau sumur resapan...

Banjir Jakarta

Tuesday, January 29, 2013


Nggak ngerti sama negara Indonesia negara ratusan juta tapi nyari belasan pemain tim sepakbola nasional kelas dunia nggak pernah beres....apakah karena postur tubuh/kakinya kecil-kecil...apa karena napas-nya pendek-pendek...apa rasa nasionalisnya kurang....
Kalau gua lebih cenderung menjawab ----> Bitbit-nya jelek-jelek....
Kalau bibitnya jelek kayak manapun segitu-segitu juga hasilnya..... Kalau menurut gua lebih baik Tim nasional jangan pernah ikut ajang Penyisihan piala dunia kalau tingkat ASEAN aja nggak bisa juara...bukan masalah mencari pengalaman...tapi buat apa pengalaman yg isinya pengalaman yang buruk melulu yg membuat sejarah yg menyurutkan rasa kepercayaan diri bangsa dan menghinakan bangsa ini...
Apakah Indonesia sumberdaya manusianya nggak mampu?? ...jawabannya pasti mampu berkancah di Piala Dunia...tetapi balik lagi kalau bibitnya cuma segitu gimana mau menang...
Tentara Kopassus aja pernah menjadi Tentara No.3 di dunia....malah TNI termasuk dikategorikan tentara yg berkemampuan besar dibandingkan negara maju bila dibandingkan tanpa bantuan peralatan modern....alias hanya mengandalkan Skill...
Itu karena menjadi tentara Kopassus itu pilihan dan pendidikannya juga berat....sehingaa "No Pain No Gain"
Spanyol aja pemainnya relatif pendek-pendek tapi bisa juara dunia....lah gimana Indonesia....???

Kalau menurut Gua ngembangin Tim Nas itu harus "Pull by demand" bukan "Push by Government"....jadi mencari bibit yg baik itu harus dimulai dari kebutuhan pribadi rakyat ...
Kalau gua jadi Pendiri Tim nas Sepakbola mungkin gua bikin ide yg bikin orang banyak daftar jadi pemain sepakbola, karena jaminan kesejahteraan yg mengikat mereka...makanya menjadi pegawai negri lebih laku daripada menjadi pengusaha di negri ini....
1. Ide pertama gua bikin Akademi sepakbola dengan gelar D3 sampai S1
2. Yang diterima hanya 100 orang yg berkualitas tiap tahunnya.
3. Akademinya mirip-mirip sekolah milki Negara lah kayak STAN, AUP,Akabri,dll...
4. Sekolahnya semua dibiayai negara dan sekolah gratis dan dapat mes dan makan, tetapi dibikin kontrak yg mengikat.
5. Disekolah didik sedemikian rupa biar jago, bangun teratur, makan teratur(bukan makan mie instan teratur),diatur strategi sepakbola sesuai anatomi orang indonesia dan diajarkan juga bidang ke ilmuan pelatihan dan kesehatan/kebugaran.
6. Kalau Sudah lulus langsung ditempatkan di kementrian olahraga Yg berhubungan dengan Olahraga karena ikatan dinas dan bisa diangkat menjadi pegawai negri sipil.
7. Dibentuk Institusi Marketing oleh negara/BUMN/Departemen tenaga kerja yg bertujuan menjual kemampuan pemain hasil didikan ke luar negri , ditawarkan ke Liga-liga Italia, Inggris, jerman, Spanyol dan Amerika...
8. Yang nggak ketampung Liga luar negri ditampung ke Liga dalama negri kayak ISL, Liga Super, dll.
9. Jika masuk keluar negri maka yg diterima harus membayar kembali biaya pelatihan ke negara atau dikembalikan dananya ke Akademi untuk digunakan sebagai subsidi silang Adik-adik kelas di akademinya...
Bisa kebayang kalau 100 orang tiap angkatan anggaran 1 orangnya 5 juta, total keseluruhannya 500 juta perbulan...., kalau gaji pemain dunia sekelas ronaldo aja bisa lebih dari 12 milyar sebulan(Thn 2011) belum termasuk biaya sponsor... artinya subsidi pemerintah itu "Peanut" dibandingkan hasilnya jika salah satu anak bangsa ini bisa menjadi pemain dunia...., kalau perlu diberikan keharusan success fee dari pemain kepada negara jika salah satu dari lulusan menjadi pemain bola di luar negri...saya rasa mereka tidak akan keberatan,,,,
8. Jika ada event-event internasional seperti Olimpiade, ASEAN Games, Piala Dunia, Asian Games...barulah mereka diajak pulang untuk membela negaranya...

Jadi Ada kemungkinan terburuk dari Lulusan Akademi yakni jadi Pegawai Negri...
dan Kemungkin terbaik menjadi Pemain mahal di luar negri...

Gua yakin akan berbondong-bondong orang dengan bibit yg bagus mau jadi pemain bola karena banyak yg daftar itu motivasinya hanya ingin dapetin jaminan hidup dari negara, apalagi sepakbola juga merupakan hobinya... daripada pemerintah mengeluarkan banyak uang mengkarbit bibit berkualitas biasa aja, pelatihan sana-sini, ribut sana-sini...

Jadi Cari Bibit pemain sepakbola yg bagus itu harus dimulai dari "Pull by people's demand" dari Pada "Pull by Government need"....
Jadi sampai kapanpun kalau bibitnya nggak bagus....hasilnya pasti pas-pasan...

Cara Sepakbola Indonesia menjadi Juara Dunia

Saya terhenyak dengan Ide Jokowi untuk membatasi populasi motor dengan melihat angka pelat motor???
Saya memilih Jokowi dalam pemilu, tetapi saya tidak setuju dengan Ide Beliau...kalau menurut saya sudah kebablasan idenya...sama halnya dengan menaikan UMP Jakarta tanpa berfikir masak-masak...

Kemacetan Jakarta memang sudah seperti benang kusut yg harus dicari benar-benar akar masalahnya  karena dampak penerapan kebijakan perbaikan yang salah akan memakan korban rakyat untuk merasakan penderitaannya sebelum yg baik itu terwujud, karena memecahkan masalah dijakarta jangan main-main seperti memecahkan masalah di SOLO yg notabene kota lebih kecil dari Jakarta, kompleksitas tidak lebih rumit dan perpindahan warga antar kota lebih sedikit dibanding Jakarta.


Saya pikir orang dinegara ini cukup banyak ahli yg bisa dikumpulkan untuk memecahkan masalah, tetapi masalahnya adakah pemimpin yg memiliki pola pikir yg hebat dalam mencari solusi strategis dan tepat sasaran dengan menyusun langkah-langkah taktis tahap demi tahap yang terasa nyata perbaikannya.
Kalau saya jadi pengambil keputusan pemecahan masalah Jakarta yg harus lakukan adalah menerapkan pemecahan dengan metoda-metoda yg sudah terbukti berhasil seperti Kaizen/Gugus kendali mutu dan Six Sigma(kebetulan saya certified Six Sigma jadi tahu mahluk apa metoda Six Sigma itu).
Jadi sebuah keputusan langkah di ruang publik/negara ini harus melalui langkah-langkah bernalar sesuai kondisi real negara, belum tentu yg terjadi di Cina bisa langsung begitu diterapkan di Jakarta, Apakah kebijakan 1 anak di RRC bisa diterapkan di indonesia untuk mengurangi populasi rakyat..
Jadi harus di coba untuk dilakukan:
  1. Identifikasi masalah
Karena masalah dijakarta sudah kompleks dengan tata kota yg sudah semrawut maka pemerintah harus lebih fokus memilih masalah yg ingin dipecahkan itu apa??
Misalnya “Bagaimana mengurangi Kemacetan yg diakibatkan oleh banyaknya motor di Jakarta”
Setelah didapat topiknya “Populasi motor harus dikurangi”
Baru dicari data-data pendukung misalnya populasi motor terbanyak yg hadir di Jakarta itu darimana asalnya:
Misalnya jumlah Populasi motor berdasarkan wilayah: Jaksel, Jaktim,Jakbar, Jakut, Depok-Bogor, Bekasi, Tangerang.
Selanjutnya dibuat diagram berdasarkan populasi motornya..
Dan ambil beberapa wilayah yg ingin dipecahkan dimana total jumlah wilayahnya adalah 20% dari total seluruh populasi motor yg beredar dijakarta.
Misalnya: Jaksel (15%),  Depok-Bogor(10%) bisa menjadi 2 wilayah sebagai sasaran utama karena 25% sudah melebihi dari prinsip Pareto 20:80 dimana pemecahan 20% dari masalah akan memecahkan 80% dari seluruh total masalah.
Kemudian dibentuk beberapa tim kerja pemerintahan untuk memecahkan masing2x wilayah, tim ke-1 memecahkan Jaksel dan Tim Ke-2 memecahkan populasi Depok-Bogor.

2. Pemetaan Masalah/Mapping
Masalah populasi motor di satu wilayah dicoba di petakan apa yang menjadi penyebab Populasi motor yang hadir dijakarta dan datang dari Depok-Bogor banyak??
Apakah karena:
A. Spesifikasi motor: misalnya Motornya berjalan lambat karena CC Mesin rendah, Banyak motor Tua, Motor memiliki bagasi besar, dll.
B. Manusianya: tidak taat aturan, tidak mengerti rambu, mental berkendara labil, usia terlalu muda.
C. Metoda/cara: Pengaturan pajak kepemilikan motor untuk yg melebihi dalam satu keluarga, sosialisasi jalan aleternativ, dll.
D. Peralatan/perangkat/infrastruktur/sarana/jalan: Jalan banyak hambatan, jumlah ruas jalan yg tersedia terbatas, jumlah jalan alternative kurang, tidak ada alternative moda transportasi lainnya.

3. Menentukan masalah yg ingin dipecahkan:
Selanjutnya pemerintah mencoba untuk menggali seluruh factor-faktor penyebab dengan detail dan angka-angka riset & observasi dan indentifikasi seluruh data-data pendukung sehingga dapat menampilkan seluruh factor penyebab dari bobot factor terberat hingga teringan, setelah itu menggunakan prinsip pareto untuk memilih 20% dari total masalah tersebut untuk dipecahkan.

Dari sini baru dilakukan langkah-langkah penyelesaian masalah atau pencegahan masalah secara tepat sasaran dengan hasil yg lebih dashyat daripada hanya menjalankan ide yang belum teruji dan baru muncul dalam pikiran atau copas langsung dari negara lain.

Semisal pemecahannya(hanya missal):
Dari sisi manusia:
  1. Disiplin berlalu lintas, mental dijalan & batasan umur pengendara.
Dari sisi metoda/cara:
  1. Sekolah tidak diperbolehkan menyediakan parkir motor bagi pelajar SMA bila tempat tersebut dilalui Bis Sekolah, Pembatasan jumlah motor untuk keluarga untuk tujuan pribadi dengan menaikan pajak, mensosialisasikan jalur-jalur alternative yg bisa digunakan. Mengatur waktu jalan & berhenti Lampu merah yg harus di sinergikan dengan lampu merah berikutnya agar sinergis dan terjadi arus yg balance/rata, pengurangan banyak jalan yg bersinggungan yg memperlambat laju kendaraan, dll.
Dari sisi Spesifikasi motor:
  1. Batasan usia motor dijalan, kelengkapan aksesoris motor, dll.
Dari sisi perangkat/sarana/media/infrastruktur/jalan :
  1. Memperbesar badan jalan, menyediakan ketersediaan moda transportasi alternative yg bisa menggantikan penggunaan motor, menyediakan ruang parkir motor yang luas dengan keamanan terjamin di setiap stasiun kereta api yg memungkinkan pengendara motor di wilayah depok/bogor memarkir kendaraan disana dan naik kereta api, menyediakan feeder penghubung antara kereta api dengan wilayah kerja/kantor mereka di Jakarta(semisal mensinegrikan dengan bus way), dll.
Jika Pemerintah sudah mencoba langkah taktis secara bertahap dan perbaikan yg terus menerus dengan menyelesaikan masalah-masalah yg besar berikutnya dan memperbesar skup penyelesaian lebih luas dengan banyak team satgas penyelesaian yg di komandoi oleh Project Manager/perencana keseluruhan…pastilah akan terlihat dampak yg signifikan….

Penyelesaian masalah-masalah diatas juga harus melibatkan pemecahan dengan penerapan teknologi statistic agar bisa melihat koorelasi antar masalah dan dapat mengetahui factor-faktor yg memiliki parameter terukur yg dapat diperbaiki…
Jika factor-faktor diatas yg merupakan input perubahan dalam pencapaian pengurangan kemacetan telah diterapkan dan distandarkan tinggal tugas dari aparatur Negara untuk menjaga factor-faktor tersebut berada dalam batas ambang/parameter terukur agar fungsi kerja terkontrol dan tujuan tercapai..
Sehingga sebaiknya pemerintah tidak asal melakukan kebijakan bila belum di sosialisasikan dan dilakukan observasi lebih dalam dengan pemecahaannya yang terstruktur…..
“Jangan menyelesaikan masalah lama dengan masalah yang baru yang berubah bentuk"

Pembatasan Populasi Motor