Wednesday, January 30, 2013



Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi.
Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Persahabatan

Kalau melihat tahun 1600-an Jakarta pernah banjir dengan kondisi alam yg masih asri. Terus melihat susahnya rakyat diatur dari puncak bogor sampai jakarta dengan birokrasi pro kepentingan golongan dan menimbang pemanasan global dan naiknya air laut akhirnya memutuskan JAKARTA tidak akan pernah selamat dari banjir dengan solusi yg biasa. Jakarta harus belajar dari Belanda yg 60% tanahnya dibawah laut dan mempergunakan energi alam untuk memompa air selain tindakan-tindakan perventif seperti danau/kanal atau sumur resapan...

Banjir Jakarta

Tuesday, January 29, 2013


Nggak ngerti sama negara Indonesia negara ratusan juta tapi nyari belasan pemain tim sepakbola nasional kelas dunia nggak pernah beres....apakah karena postur tubuh/kakinya kecil-kecil...apa karena napas-nya pendek-pendek...apa rasa nasionalisnya kurang....
Kalau gua lebih cenderung menjawab ----> Bitbit-nya jelek-jelek....
Kalau bibitnya jelek kayak manapun segitu-segitu juga hasilnya..... Kalau menurut gua lebih baik Tim nasional jangan pernah ikut ajang Penyisihan piala dunia kalau tingkat ASEAN aja nggak bisa juara...bukan masalah mencari pengalaman...tapi buat apa pengalaman yg isinya pengalaman yang buruk melulu yg membuat sejarah yg menyurutkan rasa kepercayaan diri bangsa dan menghinakan bangsa ini...
Apakah Indonesia sumberdaya manusianya nggak mampu?? ...jawabannya pasti mampu berkancah di Piala Dunia...tetapi balik lagi kalau bibitnya cuma segitu gimana mau menang...
Tentara Kopassus aja pernah menjadi Tentara No.3 di dunia....malah TNI termasuk dikategorikan tentara yg berkemampuan besar dibandingkan negara maju bila dibandingkan tanpa bantuan peralatan modern....alias hanya mengandalkan Skill...
Itu karena menjadi tentara Kopassus itu pilihan dan pendidikannya juga berat....sehingaa "No Pain No Gain"
Spanyol aja pemainnya relatif pendek-pendek tapi bisa juara dunia....lah gimana Indonesia....???

Kalau menurut Gua ngembangin Tim Nas itu harus "Pull by demand" bukan "Push by Government"....jadi mencari bibit yg baik itu harus dimulai dari kebutuhan pribadi rakyat ...
Kalau gua jadi Pendiri Tim nas Sepakbola mungkin gua bikin ide yg bikin orang banyak daftar jadi pemain sepakbola, karena jaminan kesejahteraan yg mengikat mereka...makanya menjadi pegawai negri lebih laku daripada menjadi pengusaha di negri ini....
1. Ide pertama gua bikin Akademi sepakbola dengan gelar D3 sampai S1
2. Yang diterima hanya 100 orang yg berkualitas tiap tahunnya.
3. Akademinya mirip-mirip sekolah milki Negara lah kayak STAN, AUP,Akabri,dll...
4. Sekolahnya semua dibiayai negara dan sekolah gratis dan dapat mes dan makan, tetapi dibikin kontrak yg mengikat.
5. Disekolah didik sedemikian rupa biar jago, bangun teratur, makan teratur(bukan makan mie instan teratur),diatur strategi sepakbola sesuai anatomi orang indonesia dan diajarkan juga bidang ke ilmuan pelatihan dan kesehatan/kebugaran.
6. Kalau Sudah lulus langsung ditempatkan di kementrian olahraga Yg berhubungan dengan Olahraga karena ikatan dinas dan bisa diangkat menjadi pegawai negri sipil.
7. Dibentuk Institusi Marketing oleh negara/BUMN/Departemen tenaga kerja yg bertujuan menjual kemampuan pemain hasil didikan ke luar negri , ditawarkan ke Liga-liga Italia, Inggris, jerman, Spanyol dan Amerika...
8. Yang nggak ketampung Liga luar negri ditampung ke Liga dalama negri kayak ISL, Liga Super, dll.
9. Jika masuk keluar negri maka yg diterima harus membayar kembali biaya pelatihan ke negara atau dikembalikan dananya ke Akademi untuk digunakan sebagai subsidi silang Adik-adik kelas di akademinya...
Bisa kebayang kalau 100 orang tiap angkatan anggaran 1 orangnya 5 juta, total keseluruhannya 500 juta perbulan...., kalau gaji pemain dunia sekelas ronaldo aja bisa lebih dari 12 milyar sebulan(Thn 2011) belum termasuk biaya sponsor... artinya subsidi pemerintah itu "Peanut" dibandingkan hasilnya jika salah satu anak bangsa ini bisa menjadi pemain dunia...., kalau perlu diberikan keharusan success fee dari pemain kepada negara jika salah satu dari lulusan menjadi pemain bola di luar negri...saya rasa mereka tidak akan keberatan,,,,
8. Jika ada event-event internasional seperti Olimpiade, ASEAN Games, Piala Dunia, Asian Games...barulah mereka diajak pulang untuk membela negaranya...

Jadi Ada kemungkinan terburuk dari Lulusan Akademi yakni jadi Pegawai Negri...
dan Kemungkin terbaik menjadi Pemain mahal di luar negri...

Gua yakin akan berbondong-bondong orang dengan bibit yg bagus mau jadi pemain bola karena banyak yg daftar itu motivasinya hanya ingin dapetin jaminan hidup dari negara, apalagi sepakbola juga merupakan hobinya... daripada pemerintah mengeluarkan banyak uang mengkarbit bibit berkualitas biasa aja, pelatihan sana-sini, ribut sana-sini...

Jadi Cari Bibit pemain sepakbola yg bagus itu harus dimulai dari "Pull by people's demand" dari Pada "Pull by Government need"....
Jadi sampai kapanpun kalau bibitnya nggak bagus....hasilnya pasti pas-pasan...

Cara Sepakbola Indonesia menjadi Juara Dunia

Saya terhenyak dengan Ide Jokowi untuk membatasi populasi motor dengan melihat angka pelat motor???
Saya memilih Jokowi dalam pemilu, tetapi saya tidak setuju dengan Ide Beliau...kalau menurut saya sudah kebablasan idenya...sama halnya dengan menaikan UMP Jakarta tanpa berfikir masak-masak...

Kemacetan Jakarta memang sudah seperti benang kusut yg harus dicari benar-benar akar masalahnya  karena dampak penerapan kebijakan perbaikan yang salah akan memakan korban rakyat untuk merasakan penderitaannya sebelum yg baik itu terwujud, karena memecahkan masalah dijakarta jangan main-main seperti memecahkan masalah di SOLO yg notabene kota lebih kecil dari Jakarta, kompleksitas tidak lebih rumit dan perpindahan warga antar kota lebih sedikit dibanding Jakarta.


Saya pikir orang dinegara ini cukup banyak ahli yg bisa dikumpulkan untuk memecahkan masalah, tetapi masalahnya adakah pemimpin yg memiliki pola pikir yg hebat dalam mencari solusi strategis dan tepat sasaran dengan menyusun langkah-langkah taktis tahap demi tahap yang terasa nyata perbaikannya.
Kalau saya jadi pengambil keputusan pemecahan masalah Jakarta yg harus lakukan adalah menerapkan pemecahan dengan metoda-metoda yg sudah terbukti berhasil seperti Kaizen/Gugus kendali mutu dan Six Sigma(kebetulan saya certified Six Sigma jadi tahu mahluk apa metoda Six Sigma itu).
Jadi sebuah keputusan langkah di ruang publik/negara ini harus melalui langkah-langkah bernalar sesuai kondisi real negara, belum tentu yg terjadi di Cina bisa langsung begitu diterapkan di Jakarta, Apakah kebijakan 1 anak di RRC bisa diterapkan di indonesia untuk mengurangi populasi rakyat..
Jadi harus di coba untuk dilakukan:
  1. Identifikasi masalah
Karena masalah dijakarta sudah kompleks dengan tata kota yg sudah semrawut maka pemerintah harus lebih fokus memilih masalah yg ingin dipecahkan itu apa??
Misalnya “Bagaimana mengurangi Kemacetan yg diakibatkan oleh banyaknya motor di Jakarta”
Setelah didapat topiknya “Populasi motor harus dikurangi”
Baru dicari data-data pendukung misalnya populasi motor terbanyak yg hadir di Jakarta itu darimana asalnya:
Misalnya jumlah Populasi motor berdasarkan wilayah: Jaksel, Jaktim,Jakbar, Jakut, Depok-Bogor, Bekasi, Tangerang.
Selanjutnya dibuat diagram berdasarkan populasi motornya..
Dan ambil beberapa wilayah yg ingin dipecahkan dimana total jumlah wilayahnya adalah 20% dari total seluruh populasi motor yg beredar dijakarta.
Misalnya: Jaksel (15%),  Depok-Bogor(10%) bisa menjadi 2 wilayah sebagai sasaran utama karena 25% sudah melebihi dari prinsip Pareto 20:80 dimana pemecahan 20% dari masalah akan memecahkan 80% dari seluruh total masalah.
Kemudian dibentuk beberapa tim kerja pemerintahan untuk memecahkan masing2x wilayah, tim ke-1 memecahkan Jaksel dan Tim Ke-2 memecahkan populasi Depok-Bogor.

2. Pemetaan Masalah/Mapping
Masalah populasi motor di satu wilayah dicoba di petakan apa yang menjadi penyebab Populasi motor yang hadir dijakarta dan datang dari Depok-Bogor banyak??
Apakah karena:
A. Spesifikasi motor: misalnya Motornya berjalan lambat karena CC Mesin rendah, Banyak motor Tua, Motor memiliki bagasi besar, dll.
B. Manusianya: tidak taat aturan, tidak mengerti rambu, mental berkendara labil, usia terlalu muda.
C. Metoda/cara: Pengaturan pajak kepemilikan motor untuk yg melebihi dalam satu keluarga, sosialisasi jalan aleternativ, dll.
D. Peralatan/perangkat/infrastruktur/sarana/jalan: Jalan banyak hambatan, jumlah ruas jalan yg tersedia terbatas, jumlah jalan alternative kurang, tidak ada alternative moda transportasi lainnya.

3. Menentukan masalah yg ingin dipecahkan:
Selanjutnya pemerintah mencoba untuk menggali seluruh factor-faktor penyebab dengan detail dan angka-angka riset & observasi dan indentifikasi seluruh data-data pendukung sehingga dapat menampilkan seluruh factor penyebab dari bobot factor terberat hingga teringan, setelah itu menggunakan prinsip pareto untuk memilih 20% dari total masalah tersebut untuk dipecahkan.

Dari sini baru dilakukan langkah-langkah penyelesaian masalah atau pencegahan masalah secara tepat sasaran dengan hasil yg lebih dashyat daripada hanya menjalankan ide yang belum teruji dan baru muncul dalam pikiran atau copas langsung dari negara lain.

Semisal pemecahannya(hanya missal):
Dari sisi manusia:
  1. Disiplin berlalu lintas, mental dijalan & batasan umur pengendara.
Dari sisi metoda/cara:
  1. Sekolah tidak diperbolehkan menyediakan parkir motor bagi pelajar SMA bila tempat tersebut dilalui Bis Sekolah, Pembatasan jumlah motor untuk keluarga untuk tujuan pribadi dengan menaikan pajak, mensosialisasikan jalur-jalur alternative yg bisa digunakan. Mengatur waktu jalan & berhenti Lampu merah yg harus di sinergikan dengan lampu merah berikutnya agar sinergis dan terjadi arus yg balance/rata, pengurangan banyak jalan yg bersinggungan yg memperlambat laju kendaraan, dll.
Dari sisi Spesifikasi motor:
  1. Batasan usia motor dijalan, kelengkapan aksesoris motor, dll.
Dari sisi perangkat/sarana/media/infrastruktur/jalan :
  1. Memperbesar badan jalan, menyediakan ketersediaan moda transportasi alternative yg bisa menggantikan penggunaan motor, menyediakan ruang parkir motor yang luas dengan keamanan terjamin di setiap stasiun kereta api yg memungkinkan pengendara motor di wilayah depok/bogor memarkir kendaraan disana dan naik kereta api, menyediakan feeder penghubung antara kereta api dengan wilayah kerja/kantor mereka di Jakarta(semisal mensinegrikan dengan bus way), dll.
Jika Pemerintah sudah mencoba langkah taktis secara bertahap dan perbaikan yg terus menerus dengan menyelesaikan masalah-masalah yg besar berikutnya dan memperbesar skup penyelesaian lebih luas dengan banyak team satgas penyelesaian yg di komandoi oleh Project Manager/perencana keseluruhan…pastilah akan terlihat dampak yg signifikan….

Penyelesaian masalah-masalah diatas juga harus melibatkan pemecahan dengan penerapan teknologi statistic agar bisa melihat koorelasi antar masalah dan dapat mengetahui factor-faktor yg memiliki parameter terukur yg dapat diperbaiki…
Jika factor-faktor diatas yg merupakan input perubahan dalam pencapaian pengurangan kemacetan telah diterapkan dan distandarkan tinggal tugas dari aparatur Negara untuk menjaga factor-faktor tersebut berada dalam batas ambang/parameter terukur agar fungsi kerja terkontrol dan tujuan tercapai..
Sehingga sebaiknya pemerintah tidak asal melakukan kebijakan bila belum di sosialisasikan dan dilakukan observasi lebih dalam dengan pemecahaannya yang terstruktur…..
“Jangan menyelesaikan masalah lama dengan masalah yang baru yang berubah bentuk"

Pembatasan Populasi Motor




Politik Negara kita memang gak pernah lepas dari media, dan Media pun merupakan salah satu sarana untuk mengetahui perkembangan Negara kita. Tapi jujur gw sudah mulai menuju ke apatis-an terhadap berita-berita media yang berunsur politik. Kenapa gw bilang kek gitu , simple aja deh hampir semua Media yang terdaftar sebagai media di Indonesia pasti ada tokoh figure politik di balik media tersebut , sebagai contoh MetroTv (Surya Paloh – Nasdem), TvOne – AnTv – Trans 7 (25%sahamnya)-VivaGroups – (Aburizal Bakrie - Golkar), RCTI - MNC - Sindo – Okezone (Hary Tanoesudibyo – Nasdem ) dan lain-lain . Sekarang media jadi cara alat politik yang paling efektif.
Semua Media sudah mulai menampilkan yang terbaik untuk golongannya dan saling menjatuhkan untuk pesaingnya , gw sendiri jadi bingung harus mendapatkan informasi dari mana? Cuma dari forum-forum beredar lah yang gw terima dan itu tetap harus gw pastiin dulu informasinya. Sebenernya gw agak kasian bagi rakyat yang tidak tau lagi mendapat informasi dari mana , mereka hanya konsumsi berita dari yg disiarkan di televisi .
Sekarang dari mana kita dapat beranggapan bahwa ini benar dan itu salah ? kalau semua media di akusisi dan di perdaya demi golongan . Gw sih Cuma bisa berharap buat para media yang ada, gunakan hati kalian demi negara kita sendiri. Yah walaupun sepertinya susah, berdoa sajalah semoga mereka sadar dan melakukan dengan hati nuraninya .
pesan buat media: Siapa lagi yang harus gw percaya ?
thx

Media dan Politik

Tahu dong layanan Social media yang layanan hanya menyediakan untuk social media saja seperti Facebook, Twitter, BBM, YM, AIM, MSN dll. Hampir semua provider telepon menyediakan Layanan paket ini untuk "Smartphone" terutama untuk Blackberry dan pengguna layanan ini juga cukup banyak . Ok cukup basa basinya.

Gw sendiri pengguna smartphone dan gw tahu guna nya handphone tersebut buat gw, sehingga gw beli lah, dan gw memilih blackberry karena dulu provider2 hanya memberikan layanan untuk blackberry. Gw seorang mahasiswa tapi gw juga punya usaha online dan beberapa kerjaan freelance makanya gw butuh smartphone yang bisa memenuhi kebutuhan gw sendiri. Sehingga gw pasti memilih layanan antara Paket Full BIS atau Paket Mail.

Terkadang gw sering mikir ini paket Social media buat apaan yah ? masa hp kek ginian gunanya cuma untuk chating ama update status doang. atau karena ini paket yg paling murah ? lah emang langganan lo gak ditagih tiap bulan ? dan emang BB lo murah? masa beli mahal2 gk dimanfaatin fasilitasnya, malah make fasilitas yang sekarang bisa dilakuin oleh smua hp biasa (kecuali BBM) . Apa karena fasilitas bbm? sepertinya komunikasi dapat dilakuin ama messenger lain deh dan itu bisa menggunakan hp lainnya. Ada yang bilang sekarang BB merupakan lifestyle era skrg, wah klo sampe kesana, berarti emang kita sangat konsumtif sekali.

Apa karena sudah menjadi lifestyle maka provider hp mengeluarkan paket2 tsb, biar mereka tidak terbebani oleh layanan2 yg tidak dibutuhkan oleh mereka, dgn membuang fitur layanan untuk email dan browsing.

Contoh kecil aja yang sering terjadi ama gw, setiap gw lagi ngumpul ama temen gw seringkali temen gw bilang ke gw "son pinjem hp dong mau download lagu" atau engga bilang "mau googling" (padahal pengguna bb juga dan lebih bagus malah bb nya). Pernah juga temen gw bbm ke gw trs ngirim link ke gw dan bilang "son bukain linknya dong sekalian diprintscreen isinya kirim lg ke gw" .... wtf

Mungkin ini harus di benahi, entah dimulai dari usernya atau dari penyedia jasanya . Kalau dibiarkan terus berlanjut, kita akan terjebak dalam era modernisasi .

Layanan Paket Social Media di Smartphone



Gw Jadi inget ama obrolan gw tadi ama sohib gw si item (panggilan sayang gw ama dia :p) pas balik dari praktek tadi, gw berdua ngobrolin ttg perubahan anak-anak era 90 ama sekarang, sekilas dari obrolan gw tadi sebenernya gw agak bingung sendiri, apakah gw harus sedih atau senang dengan perubahan2nya. Klo dibilang era sekarang emang sudah sangat maju dan modern dari segala faktor, tapi sayangnya yang gw lihat adik-adik jaman sekarang kok jadi tidak teratur yah.
Sekarang dari tata karma, salah satu contoh seperti memanggil teman dirumahnya, jaman dulu gak ada tuh yang namanya sms, miscall, bbm apalagi anak2 yang bawa handphone. Yang ada hanya dengan cara memanggil2 didepan rumahnya dan menunggu sampai orang rumahnya ada yang keluar , lalu permisi dengan keluarganya dan memberitahukan tujuan kita datang untuk apa . Tapi klo jaman sekarang sudah beda, anak2 skrg memanggil temannya yang ada dirumahnya pasti menggunakan cara sms,bbm telp ,dll. Oke emang secara logika dengan cara itu lebih efisien karena langsung to the point ke temannya tanpa harus berteriak-teriak atau mengetuk –ngetuk rumahnya. Tapi cara-cara seperti itu bukan aja membuat kita menjadi tidak dikenal oleh keluarga teman ,tapi juga menghilangkan tata krama sopan santun kita untuk bertamu. Karena kita jadi tidak tahu yang mana orang tuanya , saudaranya dan kondisi apa yang sedang terjadi saat kita bertamu, Dan untuk keluarganya sendiri juga menjadi tidak pernah tahu kalo anaknya bermain atau pergi kemana dan berteman dengan siapa-siapa saja.
Ke dua dari segi permainan , memang untuk remaja kebawah bermain memang tidak pernah lepas dari sehari-harinya, tetapi harusnya permainan yang membantu untuk kreativitas perkembangan si anak tersebut. Kalo jaman sekarang sudah sekali yg kita lihat bermain di lapangan /jalanan /pekarangan2 yang sedang bermain seperti layangan, benteng, galaksin, dll. Yang ada mereka hanya bermain di game center, warnet, dan rental-rental Playstation . Ini yang buat gw ngeliat sedikit miris ttg mereka. Mereka bermain di tempat2 game center hanya membuat diri mereka tidak berkembang dari segi sosialisasi, pembentukan karakter mereka, kerja sama team, cepat dewasa (karena banyak game2 yg bukan untuk umurnya), dan melupakan permainan tradisional daerah masing-masing mereka. Mungkin masih banyak lagi yang harus di perhatikan tentang perkembangan mereka.
Ini Cuma salah satu contoh kecil yang terjadi di era sekarang ini. Anak jaman sekarang sudah cukup berubah, sebenernya hal-hal seperti ini yang harus di pertimbangkan oleh orang tua untuk memberikan fasilitas kepada anaknya bukan karena masalah gengsi atau yang lainnya. Tapi lebih ke fungsinya untuk usia seperti mereka, apakah sudah layak dan butuh diberikan fasilitas tersebut. Menurut gw ama sama si item, bahwa peran orang tua sekarang kurang memperhatikan perkembangan anak. Memang tujuan orang tua untuk membahagiakan si anak , tapi tanpa pengontrolan orang tua akan membuat mereka menjadi tidak teratur.
Semoga para pembaca dapat lebih memperhatikan anak dan adik-adiknya dalam bersosialisasi dalam kesehari2an mereka .
Thx

Perubahan Anak Sekarang

THE TEMPER TRAP


Saya kembali menulis lg permisah :D , kali ini saya mau bahas soal band yang bernama The Temper Trap. Sebenernya udah lama sih pengen bahas ini band, cuma baru keinget sekarang :p oke langsung aja dah.
The Temper Trap suatu band beraliran indie rock yang besar di Australia (kalo kata wikipedia yee) dan sekarang band ini sudah cukup besar dan mendunia bisa diliat kok dari penghargaan musik dan sering kali digunakan buat soundtrack film dan iklan.  

Musiknya TTT menurut opini gw yah musiknya agak kompleks seperti radiohead, coldplay, bloc party, massive attack , U2 dan lain-lain. Kenapa gw bilang kaya band-band tersebut , coba lo dengerin satu-satu deh lagunya TTT, itu setiap lagu karakternya kuat banget dalam penyampaian pesan di dalam lagunya, dari segi aransmen soundnya, emosi musiknya, dan liriknya semua di bungkus jadi sebuah lagu yang bisa gw bilang mengaggumkan :D . Kadang gw mikir gila masih ada juga yah band yang kayak begini bikin lagu dipikirin banget semuanya .

Awalnya gw mikir “Yah namanya juga orang bule wajar lah mereka lebih kaya soal music” tapi ternyata gw salah besar, ternyata band ini frontmannya orang Indonesia lebih tepatnya vokalisnya orang manado yang bernama Dougie Mandagi. Asli dah pas gw tau itu gw langsung googling nyari informasi tentang band TTT, dan hasilnya emang bener ini band pemimpinya dia, dari lirik dan komposisi music dia yang lebih vokal dalam urusan itu. Asli deh gw bangga banget setelah tau itu. Coba yah seandainya band-band yang beredar di acara tv swasta pagi-pagi itu bermusikalitas seperti dia pasti Negara kita bisa jadi produsen band-band keren dan malah bisa jadi influence buat band-band luar hahahaha ngarep banget yah gw.

Yah intinya ini band keren , musiknya keren, liriknya keren ..chek it out this video



Karena gw gk tau mau nulis apa lagi, lebih baik gw udahin tulisan ini ntar gw tambahin lagi dah klo dapet mood :D
Thanks buat yang udah mampir


Sedikit tentang The Temper Trap